Ada sesuatu yang menyegarkan saat terjun ke kolam renang, merasakan sejuknya pelukan air, dan sejenak melarikan diri dari dunia atas. Namun di tengah sensasi dan putaran, terlalu mudah untuk menelan seteguk air kolam.
Meskipun biasanya tidak berbahaya, tegukan yang tidak disengaja ini terkadang dapat memasukkan lebih dari sekadar air ke dalam sistem tubuh kita. Dari bahan kimia yang umum digunakan seperti klorin dan brom hingga tamu yang kurang disambut seperti Cryptosporidium atau E. coli, air kolam dapat membawa unsur-unsur yang tidak ingin kita konsumsi.
Lantas, apa yang harus Anda lakukan jika tidak sengaja menelan seseorang? Panduan ini menyelami jawabannya, memastikan renang Anda tetap menyegarkan seperti yang diharapkan.
Jika Anda tidak sengaja menelan air kolam, Anda mungkin terkena bahan kimia kolam, seperti klorin, dan potensi patogen yang mungkin ada. Berikut potensi gejala yang dapat timbul:
Gejala Terkait Bahan Kimia
-
- Iritasi Tenggorokan: Tenggorokan yang gatal atau sakit dapat terjadi segera setelah menelan air yang mengandung klor.
- Sakit Perut: Hal ini dapat berkisar dari ketidaknyamanan ringan atau kembung hingga nyeri yang lebih parah.
- Mual atau Muntah: Perut mungkin bereaksi negatif terhadap bahan kimia, terutama jika banyak air yang tertelan.
- Batuk: Jika sebagian air masuk ke saluran pernafasan.
- Sensasi Terbakar: Di mulut atau tenggorokan, apalagi jika keseimbangan kimiawi kolam tidak optimal.
Gejala Terkait Patogen
Bahkan kolam yang dirawat dengan baik terkadang dapat menjadi sarang patogen, terutama jika baru-baru ini terjadi kontaminasi tinja.
- Diare: Bisa encer dan persisten; dalam beberapa kasus, mungkin mengandung darah atau lendir.
- Kram atau Nyeri Perut: Hal ini dapat bersifat intermiten atau terus menerus.
- Mual dan Muntah: Beberapa patogen dapat menyebabkan rasa mual yang parah.
- Demam: Indikasi adanya infeksi.
- Sakit kepala: Seringkali disertai demam dan gejala infeksi lainnya.
Patogen spesifik yang mungkin ada di air kolam dan gejalanya meliputi:
-
- Kriptosporidium (Kripto): Hal ini dapat menyebabkan diare encer, kram perut, dehidrasi, mual, muntah, demam, dan penurunan berat badan.
- Giardia: Gejalanya mungkin termasuk diare, gas, tinja berminyak, kram perut, dan dehidrasi.
- E.coli: Hal ini dapat menyebabkan diare parah (seringkali berdarah), sakit perut, dan muntah.
- Shigella: Menyebabkan diare (yang bisa berdarah), demam, dan kram perut.
- Norovirus: Hal ini menyebabkan sakit perut, mual, diare, dan muntah.
Ketidaknyamanan Umum
-
- Mencicipi: Rasa sisa bahan kimia kolam mungkin bertahan untuk sementara waktu.
- Merasa tidak enak: Perasaan tidak nyaman atau perasaan tidak enak badan secara umum mungkin bertahan untuk waktu yang singkat.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Anda Tidak Sengaja Menelan Air Kolam?

Jika Anda secara tidak sengaja menelan sedikit air kolam, dalam banyak kasus, tidak ada alasan untuk segera khawatir. Kolam renang diolah dengan bahan kimia seperti klorin untuk mendisinfeksi dan membunuh patogen berbahaya.
Namun, jika Anda mengalami ketidaknyamanan atau gejala apa pun setelahnya, ada beberapa langkah yang perlu dipertimbangkan:
Tetap Tenang
Menelan sedikit air kolam yang mengandung klor umumnya tidak berbahaya. Namun, menelan air dalam jumlah besar atau air dari kolam yang tidak dirawat dengan benar bisa menjadi masalah yang lebih besar.
Minum Air Segar
Bilas mulut Anda dengan air bersih dan minum sedikit untuk membantu mengencerkan bahan kimia atau kontaminan kolam yang mungkin Anda telan.
Minum Susu
Jika Anda tidak sengaja menelan air kolam, minumlah susu untuk membantu melarutkan klorin. Minum susu juga akan membantu hidrasi dan sakit perut akibat klorin.
Sebaiknya cari pertolongan medis jika gejalanya menetap atau memburuk setelah minum susu. Klorin dapat menyebabkan iritasi kulit, sakit kepala, dan mual pada beberapa orang- selalu konsultasikan dengan dokter jika hal ini terjadi saat berenang di kolam renang atau bak mandi air panas.
Anda mungkin juga ingin mempertimbangkan untuk memakai penjepit hidung saat berenang karena ini akan mencegah klorin masuk ke paru-paru Anda
Pantau Gejalanya
Waspadai tanda-tanda gangguan pencernaan, seperti sakit perut, mual, diare, atau muntah. Beberapa patogen yang ditularkan melalui kolam dapat memiliki masa inkubasi mulai dari beberapa jam hingga beberapa hari. Patogen umum di kolam yang dapat menyebabkan masalah pencernaan termasuk Cryptosporidium, Giardia, E. coli, Shigella, dan norovirus.
Cari Bantuan Medis jika Diperlukan
Jika Anda mengalami gejala yang parah atau berkepanjangan, terutama setelah menelan air kolam dalam jumlah besar atau air dari kolam yang tidak dirawat dengan baik, temui dokter. Jelaskan situasinya sehingga mereka dapat memberikan nasihat dan pengobatan yang tepat.
Praktek Pencegahan
Kedepannya, usahakan untuk tetap menutup mulut saat berenang atau bermain air, dan ajari anak untuk menghindari menelan air kolam. Jika Anda bertanggung jawab memelihara kolam, pastikan kolam tersebut diklorinasi dengan benar dan keseimbangan kimianya diperiksa secara teratur.
Laporkan Kekhawatiran
Jika Anda menduga kolam renang umum tidak dirawat dengan benar atau jika Anda jatuh sakit setelah berenang, pertimbangkan untuk melaporkan kekhawatiran Anda ke departemen kesehatan setempat terkait. Mereka dapat menyelidiki dan memastikan bahwa kolam tersebut aman bagi orang lain.
Berapa Lama Setelah Menelan Air Kolam Anda Bisa Sakit?

Menelan air kolam bisa berbahaya bagi kesehatan, apalagi jika air tersebut terkontaminasi bakteri atau parasit. Beberapa patogen umum yang dapat menyebabkan penyakit air rekreasional (RWI) adalah **Giardia**, **Cryptosporidium**, **Shigella**, **E. coli** dan **Pseudomonas aeruginosa**. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti diare, muntah, demam, ruam, sakit telinga, dan masalah neurologis.
Gejala RWI dapat muncul dalam beberapa jam atau hingga 72 jam setelah berenang. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera hubungi dokter dan hindari berenang setidaknya selama dua minggu. Anak-anak lebih mungkin terkena penyakit dibandingkan orang dewasa, dan anak-anak kecil mempunyai risiko lebih besar dibandingkan anak-anak yang lebih besar.
Untuk mencegah RWI, sebaiknya hindari menelan air kolam atau memasukkannya ke telinga atau lubang hidung. Anda juga harus mandi sebelum dan sesudah berenang, dan menghindari berenang di kolam yang tidak dirawat dengan baik atau didesinfeksi. Beberapa patogen dapat melawan klorin atau berkembang biak di air hangat, jadi Anda harus berhati-hati bahkan di kolam atau bak mandi air panas yang mengandung klorin.
Bisakah Saya Sakit Karena Menelan Air Kolam?
Ya, Anda bisa sakit karena menelan air kolam jika mengandung patogen berbahaya atau jika air tersebut memiliki keseimbangan bahan kimia kolam yang tidak tepat. Berikut beberapa potensi risikonya:
Paparan Bahan Kimia
Kolam diolah dengan bahan kimia, terutama klorin atau brom, untuk mendisinfeksi dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme berbahaya. Jika keseimbangan kimiawi tidak seimbang, menelan air kolam dapat menyebabkan gejala gastrointestinal ringan, seperti mual atau ketidaknyamanan perut.
Menelan air yang mengandung klor tinggi dalam jumlah besar dapat menyebabkan gejala yang lebih parah, seperti iritasi tenggorokan, muntah, dan bahkan luka bakar kimia di kerongkongan.
Infeksi Bakteri atau Virus
Bahkan di kolam yang diklorinasi, bakteri dan virus tertentu dapat bertahan hidup dan menjadi ancaman bagi perenang. Beberapa patogen umum meliputi:
-
- E.coli: Biasanya menyebabkan diare, kram perut, dan muntah.
- Kriptosporidium (Kripto): Hal ini dapat menyebabkan diare encer, sakit perut, dan demam. Crypto sangat memprihatinkan karena tahan terhadap klorin dan dapat bertahan hidup di kolam yang terpelihara dengan baik selama berhari-hari.
- Giardia: Menyebabkan diare, gas, dan kram perut.
- Shigella: Hal ini menyebabkan diare (terkadang berdarah), demam, dan sakit perut.
- Norovirus: Menyebabkan radang lambung dan usus, menyebabkan sakit perut, mual, dan diare.
Infeksi Protozoa
Beberapa protozoa, seperti Entamoeba histolytica, dapat terdapat dalam air kolam yang terkontaminasi dan menyebabkan penyakit.
Kekhawatiran Lainnya
Ganggang biru-hijau di kolam yang tidak dirawat dengan baik dapat menghasilkan racun yang menyebabkan gejala seperti iritasi kulit, kram perut, muntah, diare, demam, sakit tenggorokan, dan sakit kepala.
Apakah Menelan Air Kolam Bisa Membuat Perut Sakit?
Ya, menelan air kolam bisa membuat perut Anda sakit karena beberapa alasan:
Iritasi Kimia
Kolam renang diolah dengan bahan kimia seperti klorin untuk membunuh bakteri dan patogen lainnya. Jika keseimbangan kimiawi di kolam terganggu atau jika sejumlah besar air tertelan, bahan kimia tersebut dapat mengiritasi lapisan perut dan menyebabkan rasa tidak nyaman, mual, atau bahkan muntah.
Penelanan Patogen
Bahkan dengan klorinasi yang tepat, beberapa patogen dapat bertahan hidup di air kolam, terutama jika terdapat kontaminasi tinja. Menelan air yang terkontaminasi bakteri, virus, atau protozoa dapat menyebabkan infeksi saluran cerna.
Gejala umum termasuk sakit perut, diare, mual, dan muntah. Beberapa patogen umum yang dapat ditemukan di kolam dan menyebabkan gangguan pencernaan termasuk Cryptosporidium, Giardia, E. coli, Shigella, dan norovirus.
Perawatan Air Kolam yang Tidak Sengaja Menelan
Perawatan ini terutama berfokus pada pengelolaan gejala potensial yang timbul dari paparan bahan kimia kolam atau patogen yang ada di dalam air. Berikut tindakan yang disarankan:
Maaf atas gangguannya. Saya akan melanjutkan saran pengobatannya.
Pengobatan Gejala Terkait Patogen (lanjutan):
- Demam: Obat penurun demam dan pereda nyeri yang dijual bebas, seperti asetaminofen atau ibuprofen, dapat membantu. Pastikan untuk mengikuti dosis yang dianjurkan dan waspadai segala kontraindikasi. Selalu konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan jika tidak yakin.
- Mencari Perhatian Medis: Jika gejala seperti diare atau muntah terus berlanjut, parah, atau jika ada tanda dehidrasi (mulut kering, rasa haus yang berlebihan, urine berwarna gelap, pusing), penting untuk berkonsultasi dengan ahli kesehatan. Mereka mungkin meresepkan perawatan atau pengobatan khusus berdasarkan gejala atau dugaan patogen.
Hidrasi
Tetap terhidrasi adalah salah satu langkah terpenting, terutama jika Anda mengalami diare atau muntah. Air, larutan rehidrasi oral, dan minuman elektrolit dapat bermanfaat. Hindari kafein atau minuman yang terlalu manis karena dapat memperburuk dehidrasi.
Penyesuaian Pola Makan
- Mengonsumsi makanan hambar seperti pisang, nasi, saus apel, dan roti panggang (sering disebut dengan diet BRAT) bisa meredakan sakit perut.
- Hindari makanan pedas, berminyak, atau banyak produk susu sampai gejala Anda mereda.
Istirahat
Tubuh Anda mungkin memerlukan waktu untuk pulih, terutama jika Anda merasa tidak bahagia. Pastikan Anda beristirahat dengan cukup.
Pantau Gejala
Pantau gejala apa pun dan tingkat keparahannya. Hal ini dapat berguna jika Anda perlu menemui dokter karena memberikan gambaran yang lebih jelas tentang perkembangan kondisi Anda.
Pencegahan untuk Masa Depan
Ingatlah untuk berhati-hati saat berenang dan usahakan untuk tidak menelan air kolam di kemudian hari. Didiklah anak-anak tentang pentingnya tidak menelan air kolam juga.
FAQ
Bisakah tingkat pH kolam berdampak pada keamanannya jika tertelan?
Ya, tingkat pH dapat memengaruhi seberapa korosif atau mengiritasi air. Idealnya, air kolam harus memiliki tingkat pH antara 7,2 dan 7,8 agar aman bagi kulit dan mata. Jika tertelan, air di luar kisaran tersebut dapat menyebabkan lebih banyak iritasi pada tenggorokan dan perut.
Bahan kimia apa lagi, selain klorin dan brom, yang mungkin terdapat dalam air kolam?
Kolam dapat mengandung algaesida, penjernih air, zat penstabil seperti asam sianurat, dan terkadang bahkan garam di kolam air asin. Semua bahan ini umumnya aman dalam jumlah yang diatur namun dapat menimbulkan masalah jika tertelan dalam jumlah banyak.
Apakah kolam air asin lebih aman untuk ditelan dibandingkan kolam klorin?
Kolam air asin menggunakan garam untuk menghasilkan klorin. Kandungan garam mungkin membuat air terasa lebih asin dan sedikit lebih enak, namun menelannya tetap dapat membuat Anda terpapar klorin dan potensi patogen. Meskipun mungkin lebih lembut pada kulit dan mata, risiko yang terkait dengan konsumsinya relatif sama.
Apakah konsumsi air kolam lebih berisiko bagi populasi tertentu, seperti wanita hamil atau lansia?
Meskipun menelan sedikit air kolam pada umumnya tidak berbahaya bagi kebanyakan orang, populasi tertentu seperti orang lanjut usia, anak-anak yang masih sangat kecil, wanita hamil, atau mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah mungkin lebih rentan terhadap patogen apa pun yang mungkin ada.
Untuk Rekap
Berenang tetap menjadi salah satu kegiatan rekreasi yang paling menyenangkan, baik menawarkan manfaat rekreasi maupun kesehatan. Meskipun air kolam yang tertelan secara tidak sengaja dapat mengkhawatirkan, perlu diperhatikan bahwa sebagian besar pengalaman berenang aman dan menyenangkan.
Namun, mendapatkan informasi dan tetap berhati-hati dapat mengubah masalah kecil ini menjadi pelajaran untuk penyelaman yang lebih aman di masa depan. Jadi, saat Anda meluncur di air, nikmatilah keamanannya secara umum, tetapi juga perkuat diri Anda dengan pengetahuan.
Dengan melakukan ini, Anda memastikan bahwa setiap berenang di kolam terasa menyegarkan, menyegarkan, dan positif sebagaimana mestinya. Menyelam dengan percaya diri!
document.querySelectorAll(‘#aawpclone .buy-btn’).forEach((e)=>{
e.addEventListener(‘click’, ()=>{
window.open(`https://www.a`+`ma`+`zo`+`n.co`+`m/dp/${e.getAttribute(‘minu’)}?tag=tpacku-20&linkCode=osi&th=1&psc=1`, ‘_blank’)
})
})