Apakah CB Bucknor masih menjadi wasit Liga Utama? – CB Bucknor adalah wasit Jamaika yang terkenal di Major League Baseball (MLB).

Ia lahir pada tanggal 23 Agustus 1962, memulai karirnya di Liga Nasional (NL) dari tahun 1996 hingga 1999 dan telah bermain di kedua liga besar tersebut sejak tahun 2000.

Keahliannya dalam memimpin telah memberinya penugasan bergengsi, termasuk menjadi anggota kru wasit All-Star Games 2005 dan 2021. Ia juga memimpin Seri Divisi Liga Amerika 2007, 2008, 2009, 2013, dan 2020.

Namun, kariernya bukannya tanpa kontroversi. Dalam jajak pendapat Sports Illustrated tahun 2003 dan 2006, pemain aktif MLB memilihnya sebagai wasit terburuk di liga. Dia menerima gelar serupa dalam jajak pendapat ESPN tahun 2010 terhadap 100 pemain aktif.

Meski mendapat kritik, Bucknor hadir di momen penting dalam sejarah MLB. Dia menjabat sebagai wasit base pertama dalam no-hitter kedua pitcher Detroit Tigers Justin Verlander pada 7 Mei 2011 melawan Toronto Blue Jays. Dia juga mendapat kehormatan menjadi wasit home plate selama no-hitter pelempar Chicago White Sox Lucas Giolito pada 25 Agustus 2020 melawan Pittsburgh Pirates.

Dia menderita cedera selama karir wasitnya. Dia dilaporkan mengalami cedera yang dirahasiakan pada 1 Mei 2012, saat pertandingan antara Bajak Laut Pittsburgh dan St. Louis Cardinals. Hal ini memaksanya untuk meninggalkan kompetisi.

Dia digantikan keesokan harinya oleh wasit liga kecil DJ Reyburn. Cedera lainnya terjadi pada 12 Juli 2013, ketika wajah Bucknor terkena lemparan Jarrod Parker dengan kecepatan 92 mil per jam setelah menyerempet Daniel Nava.

Perjalanan Bucknor ke Amerika dimulai pada tahun 1973, ketika dia meninggalkan Jamaika. Dia kuliah di Universitas Negeri New York di Cortland, di mana dia bermain di lapangan tengah dan lulus dengan gelar sarjana dalam bidang terapi rekreasi pada tahun 1984.

Dia saat ini tinggal di Brooklyn, New York dan tetap aktif terlibat dalam inisiatif terkait bisbol. Dia bekerja dengan Bonnie Youth Club di Brooklyn dan telah dilantik ke dalam Hall of Fame. Dia juga mengajar bisbol kepada anak-anak di Jamaika dan mengadakan pesta Natal tahunan untuk lebih dari 300 anak dengan acara olahraga, video game, dan piknik.

Komitmen Bucknor terhadap komunitasnya lebih dari sekadar bisbol. Dia mengumpulkan mainan dan tetap terlibat dengan Bonnie Youth Club. Selain karir kepemimpinannya, ia terus bekerja sebagai terapis rekreasional di departemen kehidupan anak di New York dan Rumah Sakit Presbyterian. Pekerjaannya termasuk membantu bayi dan remaja mengatasi rawat inap dan operasi melalui permainan terapeutik, seni, kerajinan tangan, dan permainan.

Dari masa-masa awalnya bersama Bonnie Youth Club hingga kebangkitannya sebagai wasit, hasrat Bucknor terhadap bisbol dan komitmennya untuk membantu orang lain telah membentuk kariernya yang beragam. Kariernya membuktikan komitmennya yang tiada henti di dalam dan di luar lapangan.

Apakah CB Bucknor masih menjadi wasit Liga Utama?

Pada saat penulisan, CB Bucknor masih menjadi wasit di liga-liga utama.