Dua butir telur berukuran besar mengandung sekitar 144 kalori dan 12,6 gram protein. Mayoritas kalorinya berasal dari kuning telur yang mengandung sekitar 100 kalori, sedangkan putihnya mengandung sekitar 16 kalori.
Selain itu, kuning telur mengandung lebih dari separuh protein, sedangkan putihnya mengandung sisanya. Telur adalah sumber nutrisi yang baik dan merupakan cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan protein harian Anda.
Mereka juga mengandung vitamin dan mineral penting dan merupakan pilihan bagus untuk sarapan atau camilan sehat.
Berapa banyak protein yang terkandung dalam 2 butir telur?
Dua butir telur mengandung sekitar 12 gram protein. Satu butir telur berukuran besar mengandung 6 gram protein, dan asupan protein harian yang direkomendasikan untuk rata-rata orang dewasa adalah 46 hingga 56 gram. Telur adalah sumber asam amino, bahan penyusun protein, dan juga menyediakan zat besi, vitamin A, dan folat.
Telur kaya akan nutrisi lain seperti vitamin B12, vitamin D, seng, dan asam lemak omega-3. Mengonsumsi telur dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan protein harian, serta nutrisi penting lainnya. Selain itu, telur adalah makanan serbaguna yang dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam hampir semua makanan.
Misalnya, Anda bisa mengacaknya menjadi burrito sarapan, memanggangnya menjadi frittata untuk makan siang, atau menjadikan telur rebus sebagai camilan.
Berapa banyak protein dalam 2 butir telur keras?
Setiap 2 butir telur keras mengandung sekitar 12 gram protein. Ini setara dengan sekitar 15% dari nilai harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa. Tergantung pada cara telur dimasak, jumlah protein dalam telur bisa berbeda-beda.
Misalnya, telur orak-arik mengandung protein yang sedikit lebih sedikit dibandingkan telur keras, yaitu sekitar 10 gram per dua butir telur. Sebagai perbandingan, dua butir telur rebus mengandung sekitar 14 gram protein. Mengonsumsi telur sebagai bagian dari diet seimbang juga dapat membantu meningkatkan asupan protein secara keseluruhan.
Apakah 2 butir telur memberikan cukup protein?
Ya, dua butir telur bisa memberikan protein yang cukup. Telur merupakan sumber protein yang sangat baik, mengandung sekitar 6–7 gram nutrisi di setiap telur. Artinya, dua butir telur bisa menyediakan 12–14 gram protein.
Sebagai perbandingan, rata-rata orang dewasa membutuhkan 46–56 gram protein per hari, bergantung pada berat badan dan tingkat aktivitasnya. Beberapa potong kalkun, ikan, atau produk susu dapat dengan mudah menutupi kekurangan protein jika dua butir telur tidak cukup untuk makanan tertentu.
Makanan apa yang paling tinggi proteinnya?
Makanan dengan kandungan protein tertinggi biasanya berasal dari hewani, seperti daging, ikan, telur, dan produk susu. Namun, ada beberapa makanan nabati yang tinggi protein juga, seperti sayur mayur, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayur-sayuran tertentu.
Di antara protein hewani, potongan daging sapi dan unggas tanpa lemak, daging babi tenderloin, ikan, dan kerang merupakan sumber protein yang baik. Telur dan produk susu seperti yogurt, susu, dan keju juga tinggi protein.
Di antara protein nabati, tahu, tempe, sayuran, dan produk nabati (seperti burger kedelai dan sosis sayuran), kacang-kacangan, dan selai kacang merupakan sumber protein yang baik. Protein nabati lainnya termasuk quinoa, bayam, soba, hati rami, dan biji chia.
Dan sayuran tertentu, seperti bayam, kangkung, brokoli, dan kubis Brussel semuanya mengandung protein tinggi.
Selain itu, suplemen protein, seperti bubuk protein, batangan energi, dan protein shake, dapat menjadi cara yang nyaman dan mudah diakses untuk memenuhi kebutuhan protein Anda.
Protein apa yang paling sehat?
Bentuk protein yang paling sehat adalah yang berasal dari sumber makanan utuh. Ini termasuk daging tanpa lemak seperti ayam, kalkun, dan ikan serta sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Semua ini mengandung asam amino esensial yang diperlukan untuk fungsi tubuh yang baik.
Mereka juga menyediakan banyak vitamin dan mineral penting yang penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Saat memilih sumber protein seperti daging sapi, pilihlah potongan yang sangat ramping, dengan kandungan lemak kurang dari 10%.
Putih telur adalah sumber protein bagus lainnya karena mengandung sedikit lemak dan kolesterol. Protein nabati seperti tahu, tempe, dan seitan memberikan nutrisi bermanfaat seperti magnesium dan kalsium. Hindari protein olahan atau banyak diproses seperti sosis, hamburger, dan hot dog karena mengandung banyak natrium, lemak jenuh, dan pengawet.
Selain itu, beberapa makanan laut mengandung merkuri tingkat tinggi dan harus dihindari sama sekali atau dikonsumsi dalam jumlah sedang. Singkatnya, bentuk protein yang paling sehat adalah daging tanpa lemak, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, putih telur, dan protein nabati.
Apakah 2 butir telur sehari cukup untuk membentuk otot?
Tidak, dua butir telur sehari tidak cukup untuk membentuk otot. Meskipun telur merupakan sumber protein yang baik, ada sumber protein berkualitas tinggi lainnya yang dibutuhkan untuk membentuk otot, seperti sumber daging tanpa lemak, unggas, ikan, produk susu, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Makan telur saja tidak akan menyediakan berbagai asam amino dan asam lemak esensial yang dibutuhkan untuk membangun otot dan meningkatkan produksi lemak. Untuk memaksimalkan pertumbuhan otot, penting untuk mengonsumsi makanan seimbang yang mencakup berbagai makanan yang tidak hanya menyediakan protein, namun juga nutrisi penting seperti vitamin dan mineral.
Selain itu, agar otot dapat tumbuh, seseorang perlu mengikuti program latihan beban secara teratur yang menantang ototnya hingga mencapai titik kelelahan. Menurut American Council on Latihan, otot dibangun dengan menyebabkan robekan kecil pada serat otot, dan kemudian membiarkan tubuh memperbaiki dan membangun kembali serat tersebut menjadi lebih kuat dan lebih tebal.
Apa yang terjadi jika saya hanya memiliki 2 butir telur?
Jika Anda hanya memiliki dua butir telur, penting untuk menggunakannya dengan bijak! Tergantung kegunaan telurnya, ada beberapa cara berbeda untuk menggunakannya. Jika Anda memanggang sesuatu, Anda bisa menggunakan telur sebagai bahan pengikat resepnya, artinya Anda menggunakannya untuk membantu menyatukan semua bahan.
Jika Anda membuat telur orak-arik atau telur dadar, dua butir telur sudah cukup untuk membuat makanan untuk dua orang. Jika Anda membuat quiche atau frittata, Anda dapat menggunakan dua butir telur atau menambahkan cairan tambahan seperti susu, krim, atau krim asam, untuk menambah volume dan membuatnya meregang agar dapat dimakan lebih banyak orang.
Terakhir, jika Anda membuat kue, Anda mungkin perlu menggandakan resepnya tergantung pada ukuran yang ingin Anda capai.
Telur bisa diganti dengan apa?
Ada berbagai macam pengganti telur yang bisa digunakan dalam resep. Tergantung pada hidangan yang Anda buat, beberapa pilihannya antara lain tepung biji rami, pisang tumbuk, saus apel, tahu sutra, minyak sayur, yogurt, bubuk pengganti telur, dan aquafaba (cairan dari sekaleng buncis).
Tepung biji rami adalah pengganti telur yang paling umum, karena murah dan mudah digunakan. Cukup campurkan 1 sendok makan tepung biji rami dengan 3 sendok makan air, dan diamkan selama 15 menit. Saat menggunakan pisang atau saus apel, Anda bisa menggunakan jumlah yang sama dengan mengganti satu butir telur—1/4 cangkir.
Demikian pula saat menggunakan tahu sutra, Anda membutuhkan sekitar 1/4 cangkir untuk setiap butir telur. Minyak sayur (1/4 cangkir), yogurt (1/4 cangkir) dan bubuk pengganti telur (ikuti petunjuk di kotak) juga dapat digunakan dalam jumlah yang sama dengan satu butir telur.
Terakhir, aquafaba (3 sendok makan) dapat digunakan dengan sedikit tambahan baking soda atau baking powder dalam beberapa resep kue tanpa telur. Tergantung pada hidangan yang Anda buat, pengganti telur ini dapat digunakan untuk memberikan tekstur, kelembapan, dan mengembang yang serupa pada hidangan.
Berapa batas jumlah telur per hari?
Rekomendasi terkini dari Departemen Pertanian AS (USDA) adalah mengonsumsi tidak lebih dari satu hingga dua butir telur per hari. Namun, hal ini sangat bervariasi tergantung pada gaya hidup individu dan kebutuhan makanan.
Secara umum, orang dewasa yang sehat harus membatasi konsumsi tujuh butir telur per minggu. Jumlah ini mungkin lebih tinggi atau lebih rendah tergantung pada usia dan kondisi kesehatan – misalnya, beberapa ahli kesehatan mungkin merekomendasikan batas bawah tiga atau empat butir telur per minggu bagi mereka yang berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung atau diabetes.
Selain itu, wanita hamil dan mereka yang memiliki alergi makanan dianjurkan untuk berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan sebelum menambah asupan telur. Pada akhirnya, ketika berbicara tentang telur, penting untuk diingat bahwa yang penting bukan hanya kuantitasnya, tetapi juga kualitas dan cara memasaknya.
Untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal, cobalah mencari telur organik, yang digembalakan, atau yang diperkaya omega-3, dan bila memungkinkan, konsumsilah telur yang dimasak dengan lembut, direbus, atau direbus daripada digoreng.
Apakah saya makan terlalu banyak protein?
Mengonsumsi terlalu banyak protein dapat menimbulkan konsekuensi negatif, jadi penting untuk memperhatikan asupan protein Anda. Umumnya, disarankan agar 10-35% dari total asupan kalori harian Anda berasal dari protein.
Namun, jumlah pastinya tergantung pada kebutuhan masing-masing. Misalnya, atlet mungkin memerlukan lebih banyak protein dibandingkan seseorang yang tidak banyak bergerak. Beberapa orang juga membutuhkan lebih banyak protein karena kondisi kesehatan atau faktor lainnya.
Pada akhirnya, kebutuhan protein setiap orang berbeda-beda. Meskipun penting untuk memahami kebutuhan pribadi Anda, tanda-tanda mengonsumsi terlalu banyak protein meliputi:
• Kelelahan
• Dehidrasi
• Pertambahan berat badan
• Batu Ginjal
• Ketidaknyamanan Saluran Pencernaan
Jika Anda khawatir akan mengonsumsi terlalu banyak protein, sebaiknya konsultasikan dengan ahli kesehatan seperti ahli diet atau ahli gizi. Mereka dapat memberi Anda saran yang dipersonalisasi berdasarkan kebutuhan pribadi dan tujuan diet Anda.
Apakah ada protein dalam pisang?
Ya, pisang memang mengandung protein. Pisang berukuran sedang mengandung sekitar 1,3 gram protein. Namun perlu diperhatikan bahwa jumlah protein dalam pisang jauh lebih rendah dibandingkan makanan berprotein tinggi lainnya seperti telur, keju, atau bahkan kacang tanah.
Pisang sebagian besar mengandung karbohidrat, dengan sedikit protein. Protein terbanyak yang dapat ditemukan pada pisang terdapat pada pisang hijau mentah, dengan protein paling sedikit terdapat pada pisang matang.
Hal ini karena seiring matangnya pisang, jumlah pati yang dikandungnya bertambah dan jumlah proteinnya berkurang. Oleh karena itu, meskipun pisang mengandung sejumlah protein, pisang tidak boleh dijadikan sumber protein utama dalam makanan kita.
Berapa kalori 2 butir telur goreng?
Satu butir telur goreng memiliki kurang lebih 91 kalori, jadi dua butir telur goreng mengandung kurang lebih 182 kalori. Namun, jumlah pasti kalorinya akan sedikit berbeda tergantung pada ukuran telur, jenis dan jumlah lemak masak yang digunakan, serta tingkat pemasakan.
Misalnya, telur berukuran ekstra besar mungkin mengandung sekitar 25% lebih banyak kalori dibandingkan telur yang lebih kecil, dan jika minyak digunakan dalam proses memasak, hal tersebut akan menambah kalori tambahan. Jika telur diolah menggunakan mentega, jumlah kalorinya akan sedikit lebih tinggi karena mentega mengandung lebih banyak kalori daripada minyak per gramnya.
Apakah 2 butir telur goreng itu sehat?
Dua butir telur goreng bisa menjadi bagian dari pola makan sehat tergantung cara memasaknya dan apa lagi yang termasuk dalam menu harian Anda. Telur goreng mengandung lebih sedikit lemak dan kalori dibandingkan telur orak-arik dan menyediakan sumber protein, vitamin, dan mineral yang baik.
Namun, saat digoreng, telur dapat menyerap lemak dan minyak tidak sehat dari proses memasaknya, sehingga kurang sehat dibandingkan jika direbus atau direbus.
Mengonsumsi makanan seimbang yang banyak mengandung buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, serta protein tanpa lemak seperti telur, penting untuk kesehatan. Selain telur goreng, pertimbangkan untuk memasukkan sumber protein sehat lainnya seperti daging tanpa lemak, makanan laut, sayuran, telur, kacang-kacangan, dan produk susu rendah lemak dalam makanan sehari-hari Anda.
Dengan juga memasukkan banyak buah-buahan dan sayuran, Anda akan memberi tubuh Anda vitamin, mineral, dan serat penting—yang semuanya berperan dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan.
Apakah 2 butir telur baik untuk menurunkan berat badan?
Telur merupakan makanan yang baik untuk menurunkan berat badan karena rendah kalori, kaya protein dan mengandung nutrisi penting lainnya. Penelitian telah menunjukkan bahwa makan telur untuk sarapan dapat menyebabkan penurunan berat badan yang lebih besar dan meningkatkan rasa kenyang dibandingkan makan sarapan konvensional.
Hal ini mungkin disebabkan oleh protein berkualitas tinggi dan nutrisi penting yang ditemukan dalam telur, yang membantu mengendalikan berat badan. Telur juga kaya akan antioksidan, yang dapat membantu mengurangi peradangan dan melindungi terhadap penyakit.
Selain itu, telur adalah sumber lemak sehat yang dapat membantu mengendalikan berat badan. Semua ini berarti bahwa dua butir telur bisa menjadi cara yang bagus untuk membantu menurunkan berat badan. Namun, penting untuk diingat bahwa dibutuhkan gaya hidup sehat secara keseluruhan, termasuk pola makan seimbang dan olahraga teratur, untuk mencapai tujuan penurunan berat badan.