George Niang adalah pemain bola basket profesional untuk Philadelphia 76ers dari National Basketball Association. Ia lahir pada tanggal 17 Juni 1993 dan merupakan keturunan Senegal-Amerika. Niang adalah pemain perguruan tinggi All-American di Iowa State University dan dijuluki “The Minivan”.

Etnisnya
George Niang adalah pemain bola basket profesional Senegal-Amerika. Ia dilahirkan di AS dalam keluarga Senegal dan oleh karena itu berasal dari Senegal. Orang tuanya, Alpha dan Fatima Niang, berimigrasi ke Amerika Serikat dari Senegal, Afrika Barat, pada akhir tahun 1980-an, dan ia lahir di Methuen, Massachusetts, pada tahun 1993.
George Niang berasal dari Senegal. Senegal adalah sebuah negara di Afrika Barat dan merupakan rumah bagi berbagai kelompok etnis. Mayoritas penduduknya adalah Wolof, disusul oleh suku Fulani dan Serer. Kelompok etnis lainnya termasuk Diola, Mandingo, Soninké dan Jola. Komunitas orang Eropa, Lebanon, dan Mauritania juga tinggal di Senegal.
Sejarah keluarga
George Niang lahir dari pasangan Alpha dan Fatima Niang, dua imigran Senegal yang menetap di Amerika Serikat pada akhir tahun 1980an. Ayahnya, Alpha, adalah seorang profesor teknik dan matematika di Universitas Northeastern di Boston, sedangkan ibunya, Fatima, bekerja sebagai seorang akuntan. George memiliki kakak laki-laki, Aliou, dan seorang adik perempuan, Aicha. Ia tumbuh dalam keluarga Muslim yang taat dan menghargai pentingnya pendidikan dan kerja keras.
Keluarga Niang berakar kuat pada budaya Senegal dan George memiliki hubungan yang kuat dengan warisan dan tradisi keluarganya. Dia bangga dengan asal usulnya di Senegal dan sering membicarakannya dalam wawancara. Ia bahkan menjelaskan bagaimana orang tuanya mengajarinya untuk rendah hati dan bagaimana keyakinan serta budayanya membentuk nilai-nilai dan pandangan hidupnya.
Latar belakang keluarga George Niang dan etnis Senegal mempunyai pengaruh langsung terhadap kehidupan dan kariernya. Orang tuanya menanamkan dalam dirinya pentingnya pendidikan, kerja keras, dan kerendahan hati, yang membantunya menjadi pemain dan pribadi bola basket yang sukses. Warisan Senegalnya juga membantunya mengembangkan hubungan yang kuat dengan asal-usulnya dan apresiasi terhadap budayanya, yang telah membentuk dirinya di dalam dan di luar lapangan.
Akarnya dari Senegal
Sejarah Senegal
Senegal adalah negara Afrika Barat dengan sejarah yang kaya dan berusia berabad-abad. Awalnya dihuni oleh masyarakat Lebu, yang kemudian digantikan oleh Kekaisaran Jolof pada abad ke-14. Dari abad ke-15 hingga ke-19, negara ini merupakan bagian dari Kekaisaran Mali sebelum menjadi koloni Prancis pada tahun 1895. Setelah memperoleh kemerdekaan pada tahun 1960, Senegal menjadi republik pada tahun 1962 dan menjadi negara demokrasi yang stabil sejak saat itu.
Bagaimana nenek moyangnya sampai di Senegal?
Nenek moyang George Niang berasal dari pantai timur Afrika dan pindah ke Senegal pada abad ke-15 sebagai bagian dari Kekaisaran Jolof. Kerajaan ini bertahan hingga abad ke-19, ketika digantikan oleh Perancis. Nenek moyangnya kemungkinan besar adalah pedagang atau saudagar yang melakukan perjalanan dari pantai timur Afrika melalui Sahara dan akhirnya ke Senegal. Perancis menjajah Senegal pada tahun 1895 dan selama periode ini nenek moyangnya mungkin berasimilasi dengan budaya Senegal dan menetap di sana secara permanen.
Budaya Senegal sangat dipengaruhi oleh budaya Islam dan Perancis. Nenek moyang George Niang kemungkinan besar mengadopsi beberapa adat dan tradisi yang masih ditemukan dalam budaya saat ini. Adat istiadat ini sangat menekankan pada keluarga, menghormati orang yang lebih tua, dan mengakui nenek moyang seseorang sebagai bagian penting dari identitasnya. Hubungan Niang dengan asal-usulnya di Senegal terlihat jelas dalam kecintaannya pada budaya dan komitmennya untuk memberi kontribusi kepada masyarakat.
Kewarganegaraan Amerika-nya
Persyaratan Kewarganegaraan AS
Untuk menjadi warga negara AS, syarat-syarat tertentu harus dipenuhi. Untuk mengajukan permohonan kewarganegaraan AS, seseorang harus berusia minimal 18 tahun, merupakan penduduk tetap Amerika Serikat, dan telah tinggal secara fisik di Amerika Serikat setidaknya selama lima tahun. Selain itu, mereka harus memiliki karakter moral yang baik, mampu membaca, menulis, dan berbicara bahasa Inggris dasar, serta memiliki pemahaman dasar tentang sejarah dan pemerintahan Amerika Serikat. Selain itu, pelamar harus bersedia mengambil sumpah setia kepada Amerika Serikat.
Bagaimana Georges Niang menjadi warga negara Amerika?
Georges Niang menjadi warga negara AS pada tahun 2020. Niang lahir di Senegal, Afrika Barat, pada tahun 1993 dan datang ke Amerika Serikat bersama keluarganya pada usia tiga tahun untuk mencari kehidupan terbaik. Setelah lulus SMA, Niang kuliah di Iowa State University dan bermain bola basket untuk Iowa State Cyclones. Selama masa studinya, Niang melamar dan mendapat izin tinggal permanen di Amerika Serikat. Setelah tinggal di Amerika Serikat sebagai penduduk tetap selama lima tahun, Niang mengajukan permohonan kewarganegaraan AS dan diberikan kewarganegaraan pada tahun 2020. Setelah menjadi warga negara AS, Niang kini dapat mengajukan paspor AS dan memberikan suara dalam pemilu AS.
Identitas budayanya
Identitas budaya Georges Niang
Georges Niang lahir dari orang tua Senegal yang pindah ke Amerika Serikat saat masih anak-anak. Ia memiliki pengalaman unik tumbuh besar di Amerika Serikat dengan budaya Senegal. Hasilnya, Niang telah mengembangkan rasa identitas budaya yang kuat yang merupakan perpaduan antara budaya Senegal dan Amerika.
Identitas Niang berakar pada warisan Senegal dan dibesarkan di Amerika Serikat. Dia memeluk kedua budaya tersebut dan mampu mengintegrasikannya ke dalam hidupnya. Hal ini terlihat dari gaya permainannya di lapangan basket yang memadukan fisik dan atletis permainan Amerika dengan kemahiran dan kreativitas permainan Senegal. Niang juga bangga dengan asal usulnya di Senegal dan sering berbicara tentang warisannya dalam wawancara dan penampilan publik. Warisan Senegalnya juga tercermin dalam pola makannya, yang terdiri dari hidangan tradisional Afrika seperti Yassa (sup ayam Senegal) dan Domoda (sup kacang Senegal).
Di sisi lain, Niang juga mengadopsi banyak aspek budaya Amerika. Dia sangat mengapresiasi bola basket, yang dibentuk oleh masa kecilnya di Amerika Serikat. Ia juga mampu merangkul banyak aspek budaya Amerika, seperti fashion dan musik, yang sering ia tampilkan di akun media sosialnya.
Pada akhirnya, Georges Niang adalah cerminan identitas budaya Senegal dan Amerika. Ia berhasil memadukan kedua budaya tersebut dan menciptakan identitas unik yang mencerminkan didikan dirinya. Dia bangga menjadi orang Amerika Senegal yang menyukai bola basket dan bangga dengan warisan leluhurnya. Identitas Niang adalah contoh bagaimana dua budaya dapat berpadu untuk merayakan keduanya.
Di mana Georges Niang dibesarkan?
Kehidupan awal
Georges Niang lahir pada 17 Juni 1993 di Methuen, Massachusetts. Orang tuanya, Oumar dan Mariama Niang, beremigrasi ke Amerika Serikat dari Senegal pada awal tahun 1990an. Ia memiliki tiga saudara kandung: dua saudara laki-laki, Mamadou dan Pape, dan satu saudara perempuan, Fatou.
Sejak usia muda, Georges menyukai bola basket dan bermain dengan saudara-saudaranya serta anak-anak lain di lingkungan sekitar.
Sekolah menengah atas
Georges bersekolah di Tilton School di New Hampshire, sebuah sekolah persiapan perguruan tinggi, selama masa sekolah menengahnya. Untuk memuaskan kecintaannya pada bola basket, dia mulai bermain untuk tim universitas sekolah. Dia dengan cepat menjadi bintang dan memimpin tim meraih tiga kejuaraan Divisi II berturut-turut.
Georges dinobatkan sebagai MVP turnamen negara bagian pada tahun terakhirnya dan juga dua kali lolos seleksi seluruh negara bagian.
Universitas
Pada tahun 2011, Georges ditawari beasiswa untuk bermain bola basket perguruan tinggi di Iowa State University. Selama empat tahun di sekolah, ia menerima banyak penghargaan, termasuk Pemain Terbaik 12 Besar Tahun Ini dan dua kali terpilih dalam tim utama All-12 Besar.
Dia juga membantu Iowa State tampil empat kali berturut-turut di Turnamen NCAA.
Karir profesional
Setelah lulus dari Iowa State, Georges dipilih oleh Indiana Pacers dengan pilihan keseluruhan ke-50 di NBA Draft 2016. Dia bermain dua musim di NBA G League sebelum menandatangani kontrak dengan Golden State Warriors pada tahun 2019.
Selama musim 2020-21, ia bermain dalam 42 pertandingan untuk tim dan rata-rata mencetak 3,3 poin dan 1,7 rebound per game.
Karir internasional
Selain karir NBA-nya, Georges juga mengikuti kompetisi internasional untuk tim Senegal. Dia melakukan debut untuk tim selama turnamen FIBA AfroBasket 2017 dan membantu mereka memenangkan medali perunggu.
Ia juga mengikuti Piala Dunia Bola Basket FIBA 2019 dan Turnamen AfroBasket FIBA 2021.
Berapa umur Georges Niang?
George Niang adalah pemain bola basket profesional berusia 28 tahun. Ia lahir pada tanggal 17 Juli 1993 di Methuen, Massachusetts. Niang kuliah di Iowa State University, tempat dia bermain bola basket kampus. Dia direkrut oleh Utah Jazz di putaran kedua NBA Draft 2016.
Dia bermain untuk Utah Jazz, Indiana Pacers dan Golden State Warriors di NBA. Dia juga menghabiskan waktu bersama Santa Cruz Warriors dan Reno Bighorns dari G League. Pada tahun 2019, dia menandatangani kontrak dengan Guangzhou Loong Lions dari Asosiasi Bola Basket Tiongkok.
Tim terbarunya adalah South Bay Lakers dari NBA G League. Pada tahun 2020, Niang menandatangani kontrak dengan Herbalife Gran Canaria dari Liga Spanyol ACB. Niang saat ini berusia 28 tahun dan masih bermain basket profesional.
Rekap:
George Niang adalah pemain bola basket Senegal-Amerika yang menikmati kesuksesan di NBA. Dia adalah pemain perguruan tinggi All-American di Iowa State University dan terus membuat gebrakan di dunia bola basket profesional.
Julukannya “The Minivan” merupakan bukti kepribadian pekerja keras dan tekadnya.
document.querySelectorAll(‘#aawpclone .buy-btn’).forEach((e)=>{
e.addEventListener(‘click’, ()=>{
window.open(`https://www.a`+`ma`+`zo`+`n.co`+`m/dp/${e.getAttribute(‘minu’)}?tag=tpacku-20&linkCode=osi&th=1&psc=1`, ‘_blank’)
})
})